28/09/2010

HIGH LANDER ~ Ahda Imran

Kujelaskan kepadamu, segala sesuatunya
telah kupahami sebagai puisi, juga bajumu
yang kumal dan sepatumu yang mengelupak
ratusan tahun adalah kesendirianku menghuni
rumah ini. Mencuci pintu atau memasang
tempat-tempat lilin. Apabila cuaca baik
aku berjalan-jalan ke sebuah kota kecil,
bercakap-cakap dengan para pejabat kota
yang semakin pandai menari, menyapa para pelacur
dan para penghasut. Tengah malam ikan-ikan
dalam sungai menghirup napasku dari sebuah lubuk
yang paling rahasia. Tengah hari kau datang,
membawa letih dan kecemasan

Kujelaskan padamu, aku hidup mewarisi
Kaum Abadi, berada dalam seluruhnya, juga
ketika segala sesuatunya menjadi letusan-letusan,
bendera-bendera, pidato para pemimpin yang menyebalkan,
sedan-sedan kekasih di pantai nan jauh. Bukan. Ini bukan
awal musim hujan penghabisan. Dengan senang hati
aku akan terus menulis surat padamu, juga puisi
menangis diam-diam, lalu tidur di sebuah perahu,
lalu bangun dan memulai kembali mimpi buruk ini

1998


Puisi Oleh: Ahda Imran