28/09/2010

SENDIRI ~ Ahda Imran

Ketika aku menulis kata-kata ini,
kau entah berada di mana. Daun-daun melayang
dalam angin. Udara basi dan bau kuburan
sendiri aku berjalan dengan sepatu basah,
dengan pikiran yang lelah dan terancam. Berdiri
di dermaga, laut dan ombak memberiku sebuah malam
dan sehelai rambutmu. Gerimis dan kapal-kapal
Pengungsi yang menangis,

Nos dulcia linguimus arva,
nos patriam fugimus*)

Ketika aku menulis kata-kata ini,
aku berada di sebuah rumah makan yang kotor
sop yang dingin dan meja-meja yang lengang
aku teringat Naryo yang membungkus seluruh dirinya
dengan kain hitam, seperti Rapiah yang ditinggalkan
kau entah berada di mana. Senja dan pepohonan
menyimpan tubuhku dalam dengung hujan, arloji
yang jatuh, dan suara-suara sepatu yang menyeramkan
seorang anak datang padaku dengan bonekanya
yang buntung. Malam mengeluh di rambutku...

1999


Puisi Oleh: Ahda Imran