04/10/2010

BUSINESS TINGKAT TINGGI

Waktu: Jakarta tahun 1960
Tempat: Istana Merdeka, teras depan kamar Bung Karno
Yang hadir: Bung Karno, Aku (Guntur Soekarno)
_________________________________________

Sebagaimana biasanya, maka hari itu aku baring-baring pada kursi panjang rotan di muka kamar bapak agar bisa baca koran-koran dan bulettin-bulettin yang setiap paginya bertumpuk di meja depan kamar, lebih dulu dari bapak. Seperti kita ketahui setiap paginya sebelum mandi selalu “sarapan” berita-berita dari koran-koran/ majalah-majalah, antara lain:
• Bintang Timur
• Duta masyarakat
• Suluh Indonesia
• Merdeka
• Harian Rakyat
• Berita Indonesia
• Bulettin Antara
• Time, Life
• Newsweek, dan lain sebagainya.

Berita yang sedang menjadi topik saat itu adalah soal pembuatan Jalan Jakarta By Pass, yang merupakan suatu jalan raya yang “luar biasa” hebatnya dibandingkan jalan-jalan raya lainnya yang ada pada saat itu.
Sedang aku asik-asik baca, tiba-tiba bapak keluar tergopoh-gopoh dari kamarnya, rupanya sudah kebelet O-ok (istilah keluarga Bung Karno untuk: hajat besar!), dan berkata:
- Heh, Ayo cepat itu koran semua! Aku mau baca di kakus!
+ Yang ini sebentar deh pak (aku sedang baca koran Suluh Indonesia, koran favorite-ku saat itu) tinggal sedikit lagi!
- Kamu ini..... Apa yang kau baca.
+ Soal jalan By Pass, apa benar bapak tukar By Pass dengan Pope? (Allan Lawrance Pope adalah pilot swasta Amerika yang disewa CIA untuk membantu pemberontak PRRI/PERMESTA membom kota Ambon, dan yang berhasil ditembak jatuh oleh ABRI).
- Dari mana kau tahu?
+ Diluar orang-orang ngomong begitu kok.
- Heh... heh... heh... (Bapak tertawa kecil), ayo cepat Suluhnya!
Koran yang sedang kubaca direbutnya, dan dengan hanya memakai baju kaus oblong serta celana kolor yang sudah turun setengah, Bapak berjingkat-jingkat lari kecil menuju kamar kecil. (Benar-benar sudah kebelet rupanya!)

Untuk beberapa saat keadaan jadi sepi dan hening kecuali kicau burung-burung di pagi hari. Akupun terus berbaring-baring sambil ngelamun, sampai suatu saat disentakkan dari lamunan oleh ledaknya teriakan geledek Bapak dari kamar kecil:
- Toook....!
+ Yaa pak! (sambil kaget dan cepat berdiri tergesa-gesa).
- Mudah-mudahan Amerika kirim Pope yang lain, supaya kalau sudah ketangkap aku bisa minta tukar sama Ava Gardner dan Ivonne de Carlo! (Ava Gardner dan Ivonne de Carlo, adalah bintang2 film Amerika yang paling mulus saat itu).
Sambil terduduk lemes saking kagetnya aku berkata dalam hati:
+ Ala... lagi-lagi cewek! Kalau aku jadi Bapak, aku akan minta tukar dengan Elvis Presley!