04/10/2010

Di Pusara Bapa ~ Ridwan Siregar

Malam yang tekun menjaga pusara bapa
Menyejuk hening dada pada cerita selama usianya
Dan sesaat terasalah akan hidup yang punya harga
Anaknya pernah berlinang air mata, sayu
Pandangnya ke muka
Di telinga nyanyian redup prajurit mati kelu-kelu
Berantakan citanya membuat ia memendam rasa
Musim bunga gugur menggores catatan menyayat berat
Melemah jiwa dan mendatangkan takut
Irinya jadi perkosaan manusia yang lari
Lari pada tidak perduli – di daerah mati dan mati
Ah ada keterlaluan mengisi detik-detik hidupnya
Malam yang berjaga dan ia yang merana
Sesayup mereka menunggu di pusara bapa


Puisi Oleh: Ridwan Siregar