04/10/2010

Dista ~ Diah Hadaning

Yang menari dalam api
Yang berenang dalam kata
Yang mengembang dalam musim
Adalah ia dengan seribu arah
Memburu sebuah rumah
Di dalamnya wajah-wajah
Dari mosaik-mosaik getah
Siapa di ambang pintu
Lidahnya kelu
Nunggu angin henti usik pepohonan
Tanyanya dalam hati penuh ganggang
Tapi ia tak berani memanggil
Tapi ia sendiri menggigil
Panah siapa menikam lidahnya


Puisi Oleh: Diah Hadaning