04/10/2010

Pelabuhan ~ Husain Laditjing

Mengapa tinggal tubuh kapal yang membatu
Di sini, sementara
Kuli-kuli berdaki bergerak bersama laut
Riuh disibuki sejuta kerja
Serta panas siang yang dilupakan
Demikianlah,
Memunggah atau membongkar
Jiwa keras kan mengombang, angin kering
Membuang duka kecewa di tiap pantai berkarang
Maka harap di sini
Saling lintas melintas, di antara
Jari-jari dan rambut kusut berdebu
Mendukung keletihan atau menembus kekalahan
Bagi anak dan istri


Puisi Oleh: Husain Laditjing