05/10/2010

SOAL I.C.B.M. DAN 2 BUJANGAN

Waktu: Tahun 1961.
Tempat: Ruang makan WHITE HOUSE
Acara: Makan siang.
Yang hadir: Bung Karno, Pres. John F. Kennedy, para tamu lainnya (lupa satu persatunya), Mega dan aku.
_____________________________________________

Dalam satu kunjungan ke A.S. yaitu dalam rangka mengemban tugas yang diberikan oleh seluruh negara-negara non-blok seperti yang diputuskan oleh Konperensi Tingkat Tinggi Non Blok Beograd, yaitu menemui presiden john F. Kennedy untuk menjelaskan kepada presiden A.S tersebut keputusan-keputusan konperensi yang berisi pendirian negara Non Blok mengenai masalah perjoangan anti Neo-Kolonialisme & imperialisme yang di dalamnya tersangkut masalah perang dingin AS-US saat itu, suatu hari Bapak beserta rombongan inti negara, mega dan aku, diundang makan siang oleh presiden Kennedy di White House.
Nama ruang yang digunakan buat makan aku sudah lupa, hanya aku ingat bangunan ruang itu tidak terlampau besar, agak lebih besar sedikit daripada ruang makan tamu Istana Merdeka, yaitu kurang lebih ukurannya 12 x 9 meter. Mejanya lonjong bentuknya dan muat buat kurang lebih 15 orang. Yang hadirpun kurang lebih sebegitu. Acara makan ini buat aku sangat menyiksa sekali, karena hampir semua hidangan yang disuguhkan tak ada yang cocok dengan seleraku bahkan ada beberapa yang membuat perutku mual ingin muntah, kecuali steaknya betul2 sangat lezat rasanya.
Waktu aku sedang gencar-gencarnya mengganyang steak, tanpa disengaja sepotong steak yang baru kuiris mencelat terbang dan jatuh tepat didepan presiden Kennedy. Seketika mukaku menjadi merah padam dan kedua telingaku terasa tebal saking malunya.
Melihat kejadian tadi maka presiden Amerika Serikat itupun tersenyum sambil berkata (dalam bahasa Indonesia-nya):
+ Hati-hati... tak apa-apa, rupanya juru masak kami kurang teliti dalam memasak steak sehingga agak alot untuk diiris.
Melihat situasiku yang kepepet bapak menyela:
- Well, Yohn, rupanya putraku tahu bahwa kau sekarang ini mempunyai senjata ampuh yang mutakhir yaitu I.C.B.M. (I.C.B.M. = Inter Continental Balistic Missiles) sehingga ia mengirimkan juga sebuah “missiles”-nya buat tandingannya.
+Hu, hu,... yes... that’s right. (Presiden Kennedy tertawa terbahak-bahak – sambil tentunya berpikir keras dari mana Soekarno dari Indonesia ini tahu bahwa bahwa AS mempunyai missiles yang mutakhir sedangkan hal tersebut masih berada di dalam file yang top secret dari Presiden AS).

Setelah jamuan makan ini selesai sambil berjalan ke serambi depan White house untuk mengantarkan bapak ke mobil kedua presiden itupun bercakap-cakap. Aku dan Mega yang menguntit mereka dari belakang lamat-lamat bisa menangkap pembicaraan tadi.
- John, dari tadi aku tak melihat Jackie, ke mana dia? (Jackie adalah Jacqueline Kennedy, istri Presiden AS).
+ Oh, ya, tadi aku lupa menyampaikan permintaan maafnya, karena ia berhalangan hadir dalam jamuan.
- Sekarang ia ada di mana?
+ Sedang ke luar kota untuk suatu acara, dan ini berarti bahwa di Washington malam ini ada dua orang “bujangan” yang berbahagia! Kau dan saya! Betul atau tidak...! Mr. Presiden?
- Ho, ho, John! Kau adalah betul-betul sahabatku yang baik.