10/11/2010

Catatan ~ Wing Kardjo

1.

Mencatat dengan alat-alat rongsokan, itulah
hidupku. Aku mesti mulai lagi. Ibu, dari
mana? Dari bayi yang mau dilarikan
perempuan Belanda tetangga itu?

Kau ketakutan sampai mesti pindah kota
hingga jadinya aku lari dari kota yang
satu ke kota yang lain. Ibu, siapakah
aku? Aku lahir dari rahimmu. Itu

pasti. Lantas sekolah, kemudian bekerja.
Dan mestinya aku guru yang jelek.
Ilmu apa yang kuajarkan?

Kebaikan? Kemanusiaan?
Alat perdagangan?
Alat berhubungan?


2.

Mestinya aku puas dengan mengajar bahasa.
Tapi tidak. Aku belajar lagi bicara, juga
dengan a, b, c, yang artinya tidak pasti.
Aku tidak mau mengajarkan

bahwa kursi itu hanya kursi, tapi misalnya
kedudukan, kekuasaan. Pengetahuanku
akhirnya tidak lain dari bayangan
kenyataan sehari-hari.

Apakah yang penting? Hidup? Juga
mungkin bukan, sehab itu fana
kata orang Jawa. Uang?

Juga tentunya bukan, sebab itu juga
hanya alat. Dan kita semua maklum
kecuali kalau kita ( ... )


Puisi Oleh: Wing Kardjo