23/10/2013

Pantun Jakarta Banjir

Ada hujan tak ada petir.
Mendung tampak memang merata.
Jikalau Anda takut banjir.
Janganlah tinggal di Jakarta.

Kumbang menghisap bunga melati.
Bunga tumbuh di taman kota.
Sebab membuang sampah ke kali.
Banjir meluap ke mana-mana.

Tumbuh krokot di depan rumah.
Hidup liar di dekat kamboja.
Sebab got dihuni sampah.
Banjir meluber ka mana-mana.

Rumputan liar juga ilalang.
Tumbuh subur dekat bunga kana.
Sebab resapan air menghilang.
Banjir menerjang ke mana-mana.

Binatang laut namanya kerang.
Ikan yang mahal namanya tuna.
Sebab waduk diduduki orang.
Banjir menyerbu ke mana-mana.

Barang tambang namanya timah.
Dapat dibuat jadi bejana.
Sebab danau menjadi rumah.
Banjir menggenang ke mana-mana.

Pulau Bali Pulau Dewata.
Tempat turis menghibur diri.
Sadarlah wahai waga Jakarta.
Jaga lingkungan agar lestari.

Sayur tahu campur ketupat.
Dimakan pagi rasanya nikmat.
Sadarlah wahai para pejabat.
Lingkungan ini selalu dirawat.

Keledai berteman dengan onta.
Hidupnya rukun d i padang pasir.
Sadarlah wahai kita semua.
Jaga Jakarta agar tak banjir.


Puisi Karya: Syukur Budiardjo

Kategori Puisi: Puisi Nasehat