29/10/2013

Puisi Peci

Aku memakai peci.
Mereka malah menertawai.
Selama ini kupakai topi.
Bukan peci.
Mereka memanggilku pak haji.
Meski aku bukan kiai.

Kupakai peci bukan untuk berlagak.
Biar langkah makin tegak.
Atau biar dipandang enak.
Atau biar tak norak.
Atau biar terlihat jamak.
Tapi mereka tergelak-gelak.

Proklamator bangsa mengenakan peci.
Presiden sesudahnya apalagi.
Juga para pejabat di negeri ini.
Mereka memakai peci.
Lambang jati diri.
Milik bangsa ini.

Tetapi banyak yang lupa.
Peci bukan penutup kepala semata.
Biar terlihat berwibawa.
Biar tampak sempurna.
Biar tampil beda.Biar tak sama.

Peci menjaga otak kiri dan otak kanan.
Biar pikiran tak rawan.
Biar rencana terpetakan.
Biar gerak tepat sasaran.
Biar bicara tak sembarangan.
Biar laku tak menyakitkan. 


Puisi Karya: Syukur Budiardjo

 
Kategori Puisi:Puisi Nasehat