07/11/2013

Hukum Rimba di Lampu Merah

Di lampu merah perempatan
hukum rimba dipertontonkan.
Bagai sekawanan lebah liar
mereka melaju dengan sangar.

Meski warna merah menyala
mereka anggap hijau belaka.
Dalam gerombolan beringas
mereka terus menerabas.

Meski banyak mata memandang
mereka tetap meradang menerjang.
Tak peduli di jalur lain ada siapa
mereka tak memberi jalan untuknya.

Dalam riuh gelegar historia
mereka menempelak nalar dan logika.
Hukum adalah persoalan lain
karena nafsu telah memimpin.

Meski petaka di depan mata
mereka anggap mainan belaka.
Hukum tak kuasa mengatur
karena nurani telah hancur.

Hukum bagai macan kertas
bagi mereka semua aturan dilindas.
Warna merah berubah hijau
dalam otak mereka yang kacau.

Di rimba raya ibukota
hukum rimba terlihat nyata.
Siapa yang kuat jadi pemenang
siapa yang lemah akan tumbang.


Puisi Karya: Syukur Budiardjo

Kategori Puisi: Puisi Kritik Sosial