07/11/2013

Jembatan Merah Berdarah

Malam hari 30 Oktober 1945
dekat Jembatan Merah Surabaya
milisi bersenjata berjaga-jaga
demi republik tercinta.

Deru mobil tentara Inggris
membawa Brigadir Jenderal Mallaby
tak membuat para pejuang miris
apalagi melarikan diri.

Sesudahnya bunyi tembakan membahana
memuntahkan peluru dan granat
lalu malam bertambah kelam saja
karena dendam kesumat.

Darah tertumpah di Jembatan Merah
para pejuang tak kan menyerah
meski harus berkalang tanah
hingga tertulis dalam sejarah.

Petinggi Inggris menemui ajalnya
dikoyak peluru dan granat
membuat mereka terhenyak seketika
lalu malam dicekam khianat.


Puisi Karya: Syukur Budiardjo

Kategori Puisi: Puisi Perjuangan