07/11/2013

Lidi Negaraku Menghilang

Kemanakah Kekayaan Bumi yang subur ini???
kemanakah Kejayaan Bumi Yang Makmur ini???
Kemanakah KeSholehan Bumi yang Penuh Kitab ini???
kemanakah Kedewasaan Bumi yang penuh Generasi ini???
Kemanakah Kesehatan Bumi yang penuh Dokter ini???
Kemanakah keharmonisan Bumi yang penuh hati dan akal ini???
Kemanakah keamanan Bumi yang penuh algojo-algojo ini???
Kemanakah pemerintahan Bumi yang penuh politisi ini???
Kemanakah Pengetahuan Bumi yang penuh Cendikiawan ini???
kemanakah Pemakaman Bumi yang penuh mayat ini???
kemanakah hasil Penanaman Bumi yang luas ini???
Kemanakah hasil kajian Bumi yang penuh ilmiah ini???
kemanakah hasil jaringan Bumi yang Penuh Power tekhnologi ini???
Kemanakah Hasil minyak Bumi yang penuh logo Pertamina ini???
Etnis, Suku, Ras, Agama duduk tersimpuh
Merenung sangat dalam ditepi Bumi ini
Darah dan Tulang kini Berserakan Kemana-kemana
Kebun Yang Hijau pun kini sudah Rata
Laut Yang Biru Pun Kini sudah Hitam Pekat
Awan yang Hitam pun Kini sudah Merah
Terlihat Bintik-Bintik jerawat di Langit yang penuh Kedamaian
Bumi Merasa enggan tuk Menatapnya Kembali
Angin sudah Tak menghembuskan Kesejukan
Bahkan Angin Bercampur Api ini
Mencari Daun-daun yang kering berserakan
tuk dijadikan Abu Guna memenuhi jendela Rusunawa-Rusunawa Kota dan Desa
Suara-suara Serdadu Kini Bukan milik Militer lagi
suara-suara Bom Kini Bukan Milik Teroris Lagi
Suara-suara Demonstran bukan milik Aktifis Lagi
Suara-Suara Khotbah bukan milik Ulama lagi
Suara-suara indah Bukan milik Penyayi dan Penyair lagi
Jeritan keras melengking Bukan Milik Balita lagi
kicauan merdu bukan milik Lovebird dan kawan-kawannya lagi
Menggong-gong yang menakutkan bukan miliki Anjing lagi
Tebu Yang Panjang dan Indah bunganya itu
sudah Tak Lagi Memberi Rasa Manis pada semut hitam yang merambatnya
Ikan yang segar dan Besar itu
sudah tak lagi Memberi Rasa kenyal pada Pancing-pancing Nelayan lagi
Pohon Kelapa yang tinggi mencakar langit itu
sudah tak Lagi memberi Degan segar Pada terik Matahari lagi
cabe rawit yang mungil dan Menarik lidah itu
sudah tak lagi memberi Kesan pedas pada Cowet lagi
Terasi yang Menyerbu Udang-udang Kecil itu
Sudah tallagi memberi aroma Pada sayur dan Tempe lagi
Pemerintah yang penuh dengan stempel itu
kini bingung hendak menempel pada kertas merek apa?
Budayawan yang penuh dengan Cerita itu
kini Bingung hendak duduk dan Gamelan bersama siapa??
Akademisi yang penuh dengan Tinta hitam itu
Kini bingung Hendak menggores Ilmu tentang apa?
kyai yang penuh dengan Untaian Do'a dan Hikmah itu
kini Sibuk dengan selembar gambar siapa calon pemimpin Bangsa?
Santri yang penuh dengan kesederhanaan dan kesopanan
kini sedang terlunglai mengarungi zaman dan Global technologi
Keluarga Yang penuh dengan retorika Problem generasi
kini sedang tertidur nyenyak oleh program KB dan BLSM
Sopir dan Transportasi yang penuh dengan gulungan roda
Kini Macet tersumbat harga BBM yang menjulang setinggi langit
peternak yang penuh dengan daging dan perah susunya
kini kurus dengan industrialisasi dan everything instan ini

# Hayoo Mencari, Mengumpulkan, dan Mengikat Kuat kembali Lidi yang sulit diteropong itu


Puisi Karya: Jamaluddin Al-athar

Kategori Puisi: Puisi Perjuangan