27/12/2013

Amarah yang Bertanya

Membeku menatap kelam langit hari ini

Jiwa sudah menjadi lebih tua memang

Sedangkan peluh semakin keriput saja

Raga memberi refleksi sebaliknya

Terkulai di atas jarum-jarum lembut

Hangus terbakar bara kecewa

Amarah membuta..yaaa

Letih selalu menjadi nanah

Terkadang aku bermain peran menjadi badut berjiwa setan

Bermuka horor berparas ngakak

Dari dalam menahan darah yang seketika bisa menggelembung lalu pecah

Beriringan jua mata memuncratkannya hingga bercecer

Mengotori bening kaca

Mata penghianat kelas kakap

Penjahat licik yang menjadi teman juga boomerang

Jiwa sakit menjeritkan tawanya

Menyombongkan senandung pundak yang lusuh

Ini nyanyian sanubari

Palung yang bercerita tentang humor yang meledakan tangis

Aku gagu saat berbicara tentang sedih, duka, kekosongan, sepi, dan lelah


Puisi Karya: Adhe Jurayma Elkanny

Kategori Puisi: Puisi Harapan