09/12/2013

Menggesa Asa

tepi hari berbedak kemuning

kebutkan kabut tuk bergegas luput

menu-kan kaki-kai penapak rimba asa

tak gentar hadapi riak pijar

tanggalkan ego eka yang berawa

rusuk-rusuk yang sibuk demi mulut

sibakkan palung keruh dengan kewarasan

dalam detak kala yang masih berputar

lunaskan tunas cita yang ditetas sejak awal

layatkan kedipan debu peleleh peluh

kuntum-kuntum via jemari masih harus dirangkai

menyambung renda jiwa sejak dilahirkan

tak ada akhir bagi hati yang membumi

selalu diselubungi jejak damar esok

dalam gambar samar asa yang tak pernah pudar

buncahkan nafas sukma dalam deret usia

lajur waktu ibakan nyawa bertahan

bukan cendawankan otak sebentuk batu

gesakan asa demi kalbu tersisa

gucikan masa depan dalam sanubari

seperjalanan ruh menumpang daksa


Puisi Karya: Risma Adhani

Kategori Puisi: Puisi Perjuangan