09/12/2013

Siang Menuju Senja

kupandang gunung,,

berlatar mendung,,

dalam duduk renung,,

mata terbias menggantung,,



kakek kakek yang tua renta,,

di depan merunduk mencari mangsa,,

bekerja seolah tak kenal usia,,

dalam tatapanku seketika,,



tangannya yg anggun lemah mengayun,,

lentik sedikit menyisir pusara,,

menggali tanah seakan emas adanya,,

mencoba berkeluh tiada lawan bicara..



tak kubilang apa apa padanya,,

cukup kubiarkan saja,,

tapi kalau nanti hujan tiba,,

kan kuteduhkan dia dalam dingin suasana,,



angin dan petir saling bertegur sapa,,

saling bergilir mengusir nyalinya,,

dan tak selang lama,,

gadis jelita era gajahmada,,

datang berpeluk menyambut kakek tua..



sungguh luar biasa,,

di usia mereka yg hampir senja..

mereka masih membagi setia..



gunung yg indah di depan mata,,

tiada makna bila kusaksikan pemandangan mereka,,



sungguh menepuk dada

diantara sisa waktu yg tak lama,,

mereka masih mengadu mesra,,



angin petir yg coba menggoda,,

seolah reda tiada kabarnya..



langkahku enggan kemana,,

pikirku panjang kesana,,

semoga kau dan aku sepertinya..


Puisi Karya: Bintang Jatuh
 
Kategori Puisi: Puisi Cinta