18/12/2013

Sungai-kan Deritaku

Kurasa kipas alam menyentuh saat ku berdiri dekat bantaran

Gumpalan warna kapas mendekor lengkung kosmis

Melodi aliran sungai ambangkan sehelai daun terbawa arus

Kepak-an sayap capung yang transparan berhenti disebuah ranting

Kupu-kupu berkelir gula, manis menari-nari sendiri

Kurasa ventilasi alam mengelusku saat ku duduk diatas batu

Bengawan lestari yang hanyutkan iritasi pikiranku kini

Jauh dari dengung kota yang hawanya kadang seperti halia

Lentik bulu mataku basah oleh gerimis yang turun perlahan

Air mata pilu oleh derita kerena penyakit yang menderaku

Begitu takut akan maut setelah diberitahu pemegang stetoskop

Begitu rapuhnya jasmani ini sejak dalam buaian bunda

Obat & obat, berbagai bentuk lain penunjang hidupku

Tidak murah tuk menyambung nyawa karna kankerku langka

Kulipat-lipat sehelai kertas menjadi sebentuk perahu

Tertulis ketaatan & kesabaranku jalani titah sang Pencipta

Kuiringi dayungnya hingga ia menghilang dari pandangan

Seiring pelangi yang mendadak hadir dimataku

Ada para-paras yang kukenal terseyum padaku

menyuruhku membagi beban di komunitas sepertiku

mengingatkanku pada yang datang & pulang, semua kehendak Nya

menginginkanku tetap ada kunjungi bengawan lain

memintaku menunggu kelir lain kupu-kupu dan capung

mengharapku hempaskan putus asa & kecewa hanyut disungai

Sesaat sebelum halimun berkuasa dekat bantaran

Orang-orang yang menyayangiku mengajak tuk bergegas

Kembali pada waktu yang membuatku hangat dan tak sendiri


Puisi Karya: Risma Adhani

Kategori Puisi: Puisi Harapan